
Cristiano Ronaldo cetak gol karirnya yang ke-700 saat dia mengonversi penaltidalam kwalifikasi Euro 2020.
34 tahun sudah cetak 95 untuk negaranya, 450 untuk Real Madrid, 118 untuk Manchester United, 32 untuk Juventus serta lima untuk Sporting.
Portugal ditaklukkan 2-1 di Group B, hasil yang bermakna Ukraina maju ke putaran final musim panas akan datang.
Mereka ada di posisi Ronaldo Cetak Gol paling atas dengan 19 point dari tujuh laga, delapan lebih beberapa dari juara Eropa Portugal yang ada di posisi ke-2, yang mempunyai satu laga di tangan serta harus selamat sebab dua laga mereka yang masih ada ialah menantang Lithuania serta Luksemburg.
Inggris merusak Bulgaria 6-0 tapi nyanyian rasis memaksakan pemberhentian di kwalifikasi
Serbia yang serba ke-3 ada pada 10 point dari enam laga sesudah ganda Aleksandar Mitrovic memberikan mereka kemenangan 2-1 di Lithuania. Luksemburg mempunyai empat point dari enam laga serta Lithuania menyokong group dengan satu point dari tujuh laga.
Di Kyiv, gol pada set pertama oleh Roman Yaremchuk serta Andriy Yarmolenko memberikan Ukraina keunggulan 2-0 sebelum Ronaldo cetak gol dari titik penalti. Taras Stepanenko dikeluarkan dari lapangan sebab kartu kuning ke-2.
Prancis harus menanti untuk mengklaim tempat di Euro 2020 sesudah juara dunia ditahan seimbang 1-1 di kandang oleh Turki.

Kualifikasi Euro 2020
Kaan Ayhan menyamai posisi delapan menit dari waktu sesudah fungsi pemain cadangan Prancis Olivier Giroud buka score. Itu membuat team tamu paling atas Group H dengan 19 point dari delapan laga, di atas Prancis berdasar kemenangan 2-0 di Konya Juni kemarin.
Islandia ada di posisi ke-3 dengan 15 point sesudah gol oleh Arnor Sigurdsson serta Kolbeinn Sigthorsson mencetak kemenangan kandang 2-0 atas Andorra, dengan Albania di posisi ke empat dengan 12 point mengejar kemenangan tandang 4-0 menantang Moldova.
Di group Inggris, Kosovo terus mengharap tampilan final pertama dengan kemenangan 2-0 atas Montenegro di Pristina. Gol pada set pertama dari Amir Rrahmani serta Vedat Muriqi bermakna Kosovo cuma satu point di belakang Republik Ceko yang ada di tempat ke-2 di Group A serta berjumpa di Praha pada putaran selanjutnya pada 14 November. Inggris bisa selamat malam itu dengan kemenangan atas Montenegro di Wembley.
Selamat hadir di dunia baru. Kami hadir menginginkan laga sepak bola. Apa yang kami temukan ialah momen sengsara saat malam yang memilukan di stadion yang sengsara menantang oposisi yang sengsara, dilatarbelakangi dengan sama-sama tuding serta darah yang jelek.
Selanjutnya ini tidak berasa seperti acara olahraga benar-benar. Rasa-rasanya seperti cedera terbuka, penghinaan pada inspirasi basic beberapa negara yang bergabung untuk bertukar bendera, di stadion menjadi sumur toksin.

Hasil Sementara
Beberapa pemain Inggris dilecehkan dengan rasial oleh beberapa bagian kerumunan tuan-rumah di semua. Ada penghormatan Nazi di tribun, ini dalam suatu negara yang merangkul fasisme Reich Ke-3 dalam daya ingat yang hidup.
Di tengah-tengahnya ada pula detail-detail kecil yang aneh serta mengerikan. Saat Inggris berjalan pada kapten Bulgaria seseparuh sesi, Ivelin Popov, bisa kelihatan cenderung ke pagar untuk meminta beberapa simpatisan tuan-rumah untuk hentikan nyanyian rasis yang meneror untuk batasi tontonan memilukan ini.
Saat satu pengakuan yang meneror untuk tinggalkan laga dibacakan di atas PA seseorang wanita dibagian rumah ketawa serta membuat isyarat jempol ke bawah, seakan-akan ini semua rave, lark, pantomime.
Satu jam sesudah semprit akhir, seperti Greg Clarke, ketua FA, sudah bicara mengenai, diantaranya, staf ruangan belakang Inggris benar-benar susah dengan momen di lapangan, wartawan Bulgaria bisa kelihatan ketawa serta bercanda, menyongsong kengerian ini. tidak tunjukkan dengan rasa malu atau penyesalan, tapi seakan-akan itu, paling jelek, ketidaknyamanan.
Pengakuan dari manager Bulgaria, Krasimir Balakov, jika ia tidak memerhatikan apa-apa, jika ia cuma ingin bicara mengenai sepak bola, ialah anatomi dari pengecut yang sembunyikan. Balakov mempunyai tanggung jawab untuk olahraga serta kesopanan basic manusia. Ia tidak berhasil dalam ke-2 hal.
Entahlah bagaimana, Inggris bermain cemerlang di tengahnya semuanya, permainan yang terkadang amburadul antara mereka serta menantang musuh yang hampir tidak bermain benar-benar. Siapa tahu, mungkin ini terlihat seperti peluang yang benar.